Selasa, 20 Desember 2016

Esai Pementasan Jaka Tarub



Nama              : PrananingMeisya M.

NPM               : 15410226

KELAS          : 3E/ PBSI

Pementasan Drama Jaka Tarub dan Monolog Balada Sumarah

Oleh Prananing Meisya Mayadah


Semarang- Universitas PGRI Semarang pada hari Selasa, 4 Oktober 2016 mengadakan pementasan drama dan monolong yang diadakan oleh UKM teater gemma Universitas PGRI Semarang yang berjudul “Pementasan Drama Jaka Tarub dan Monolog Balada Sumarah” sangat menyita perhatian Mahasiswa Upgris. Tidak hanya mahasiswa Upgris yang tertarik  dengan pementasan tersebut akan tetapi pementasan tersebut juga menyita di kalangan siswa-siswi SMA. Salah satu SMA yang hadir dalam pementasan tersebut adalah SMA 1 Grising. Pementasan tersebut diadakan dua season, season peratama diselenggarakan pukul 15.00 WIB, dan season kedua dilaksanakan pada pukul 19.00 WIB. Setiap season selalu dipenuhi oleh mahasiswa maupun penonton yang ingin melihat pementasan tersebut, hingga saat hendak memasuki ruangan pementasan harus berdesak-desakan terlebih dahulu. Ketika semua penonton sudah memasuki ruangan dan pementasan dimulai semua berjalan dengan teratur. Penonton sangat terhibur dengan pementasan tersebut. Setiap seasionnya terdapat dua penampilan. Penampilan pertama yaitu pementasan drama Jaka Tarub, dan penampilan yang ke dua yaitu monolog Balada Sumarah.
Pada penampilan pertama menceritakan Jaka Tarub.Pada penampilan  ini diceritakan seorang pemuda yang bernama Jaka Tarub mencuri selendang bidadari yang bernama NawangWulan dan Nawang Wulan tersebut tidak dapat kembali kekakayangan. Sehingga JakaTarub dan Nawang Wulan menikah dan dikaruniyai seorang putrid cantik yang bernama Nawangsih.Dalam pementasan tersebut tata kejadiannya sangat menarik, karena cerita awalnya dimulai dengan Jaka Tarub yang sudah tua dan ia bermimpi akan kehilangan putrid semata wayangnya yang bernama Nawangsih itu, lalu Nawangsih keluar dan menanyakan kepada sang ayah “adaapa ayah? Ayah mimpi apa?”, Jaka Tarub tidak dapat menjawab pertanyaan sang putri. Dalam cerita Jaka Tarub ini menggunakan alurmundur. Pada saat Jaka Tarub tidur dan mimpi penonton dibuat penasaran oleh mimpi Jaka Tarub. Kemudian  penataan lampu ketika Jaja Tarub di masa tua dia tertidur dengan sinar bulan purnama, dan tiba-tiba lampu yang menyoroti Jaka Tarub redup.Ketika cahaya lampu nyala kembali kejadian sudah berubah menjadi Jaka Tarub di masa muda, di situ diceritakan masa muda Jaka   Tarub dan kejadian bagaimana Jaka Tarub bertemu dengan Nawang Wulan.
Penataan dekorasi sudah sangat memadai. Untuk soal makeup kurang mendukung karena untuk makeup pemain pria itu  terlalu berlebihan, dan untuk makeup perempuan (bidadari) tidak sesuai dengan zamannya, itu terlalu berlebihan. Dalam pementasan tersebut tidak diceritakan kesaktian apa saja yang dimiliki JakaTarub, menurut https://id.m.wikipedia.org/wiki/Legenda_Jaka_Tarub disitu dejalaskan bahwa JakaTarub memiliki kesaktian, alangkah lebih baiknya jika dalam pementasan tersebut disertakaan kesaktian yang dimiliki JakaTarub sehingga cerita  tersebut lebih menarik. Pada saat diceritakannya ketujuh bidadari itu turun kebumi untuk mandi di telaga tiba-tiba  salah satu bidadari itu terjatuh dari tangga yang dibuat seolah-olah ketujuh bidadari itu sedang terbang. Pada saat salah satu bidadari itu jatuh dari tangga keenam bidadari itu langsung tanggap menolong pemain bidadari yang terjatuh, kejadian tersebut terkesana lami dan tidak seperti dibuat-buat, entah kejadian tersebut sudah termasuk dalam scenario atau memang murni kecelakaan. Semua penonton terpukau sekaligus bingung apakah kejadian itubenar-benar jatuh atau sudah masuk dalam scenario.
Ketika Jaka Tarub sudah menikah dengan Nawang Wulan, untuk menyambung cerita ketika Nawang Wulan hamil, di  tengah-tengah penampilan di isi oleh dagelan pemerannya bernama tomo dan topo. Kedua laki-laki tersebut melakukan dagelan dengan cerita ingin mencalon sebagai kepala desa. Penonton sangat terhibur dengan penampilan Tomo dan Topo. Penampilan mereka berdua membuat suasana di ruangan semakin riang dan riuh oleh suara tawa para penonton. Sebetulnya kehadiran Topo dan Tomo tidaklah sangat penting bagi cerita Jaka Tarub, karena tidak ada kaitannya dengan cerita Jaka Tarub. Akan tetapi kehadiran Topo dan Tomo dapat menjembatani berapa tahun Jaka Tarub dan Nawang Wulan menikah sehingga NawangWulan sudah hamil, seperti contoh di televise untuk mempersingkat waktu biasanya ada teks yang bertuliskan “lima tahunkemudian” dalampementasantersebutteks yang bertuliskan “lima tahunkemudian” digantikanolehperan Topo danTomo, sehingga penonton tidak bingung di karenakan tiba-tiba Nawang Wulan hamil.
Dalam cerita tersebut juga diceritakan kalau Jaka Tarub melihat istrinya memasak nasi hanya menggunakan seikat padi, tetapi menurut https://id.m.wikipedia.org/wiki/Legenda_Jaka_Tarub diceritakan kalau Nawang Wulan memasak dengan satu biji beras, ini masih belum jelas kebenarannya. Ketika Jaka Tarub menggendong anaknya cara menggendong anaknya itu tidak tepat karena dalam kejadiannya tata cara menggendong anak yang dilakukan Jaka Tarub maka Anak tersebut akan terjatuh dan merasa tidak nyaman ketika digendong.
Dalam pementasan tersebut juga tidak dijelaskan sampai akhirhanya diceritakan sampai Nawang Wulan kemabali kekayangan. Menurut https://id.m.wikipedia.org/wiki/Legenda_Jaka_Tarub diceritakan sampai Nawangsih menikah.
Sebenarnya pementasan tersebut sudah berjalan dengan baik, akan tetapi ada bagian-bagian yang kurang dan harus diperbaiki. Tata lampu menyesuaikan dengan penampilan pemainnya.
Penampilan kedua yaitu monolog Balada Sumarah. Cerita dimulai dengan tokoh yang bernama Sumarah di siding di Negara Arab. Pada saat itu penonton tidak tahu permasalahan yang dialami oleh tokoh Sumarah. Kejadian tersebut samahalnya dengan pementasan Jaka Tarub yaitu sama-sama menggunakan alur mundur. Lalu diceritakan kalau Sumarah adalah anak dari seseorang yang menjual gula di koperasi PKI. Akan tetapi teman-teman dan tetangga Sumarah menganggapnya kalau dia adalah anak dari seorang PKI yang dibenci oleh masyarakat. Sumarah sedih karena ia selalu dihubungkan dengan seorang anak PKI. Untuk menghilangkan nama baiknya ia pergi keluar negeri dan dia menjadi TKW yang tidak pernah dibayar oleh majikannya dan dia diperkosa oleh majikannya. Sumarah yang kesal akhirnya membunuh majikannya dan dihukum mati. Dalam cerita tersebut Sumarah tidak membuntuhkan pembelaan siapapun karena dia yakin tidak ada yang membelanya bahkan Negara asalnya pun tidak mau membelanya.Pemeran  Sumarah sangat baik dalam memainkan perannya. Penampilan sangat memukau penontonnya. Tata lampu maupun dekorasi sudah mendukung berjalannya monolog. Ekspresi yang ditimbulkan sesuai dengan yang diperankannya, pemainsudahtepatdalammenempatkanekspresidangesturtubuhnya.
Jadi dengan adanya pementasan tersebut mengingatkan kembali adanya sejarah yang sangat terkenal di Negaraini. Sebagai masyarakat Indonesia khususnya masyarakat sekitar harus lebih memperkenalkan lagi cerita-cerita legenda di sekitarkita.Suapaya kelak generasi penerus tetap mengetahui legenda-legenda di sekitarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar