Nama: Prananing
Meisya M.
NPM: 15410226
Kelas: 3E/ PBSI
Balasan Surat Untuk Bapak
Setia Naka A.
Selamat malam
Pak Naka dosen mata kuliah Penulisan Media Massa kelas 3E PBSI yang saya
hormati.
Untuk mengenai
kabar saya, Alhamdulillah kabar baik untuk hari-hari saya yang sudah lewat
sampai hari-hari ini pun kabar saya masih baik. Suka-duka, canda-tawa,
tangis-ceria, dan apalah semacam itu saya lalui dengan hati yang ikhlas, ya
InsyaAllah saya lalui dengan hati yang ikhlas bersama keluarga dan teman-teman
saya.
Ketika salah
satu teman saya memberitahukan bahwa bapak tidak dapat hadir dan tetap masuk
kuliah untuk mengambil tugas serta presensi saya merasa biasa-biasa saja. Saya
pikir tugas yang diberikan kepada kami yaitu seperti tugas-tugas biasanya, ya
semacam esai gitu. Tetapi ketika tugas tersebut saya terima ternyata itu adalah
surat dari bapak. Saya sempat bingung karena tidak sesuai dengan dugaan. Ketika
surat tersebut sudah saya terima, saya bertanya-tanya apa ya isi surat ini?
Pada saat itu pula teman saya berkata “surat balasan untuk pak Naka dikumpulkan
besok” saya terkejut mendengar perkataan teman saya itu. Saya berpikir kok ya
cepat sekali balasan surat ini dikumpulkan, saya kan juga butuh inspirasi untuk
membalas surat dari bapak. Kalau deadlinenya
terlalu cepat lalu saya tidak tahu apa yang harus saya balas. Untung saja
komting kelas saya memberitahu bahwa balasan surat dari bapak dikumpulkan saat
ada kuliah dengan Bapak. Saya merasa lega karena saya mendapatkan waktu
beberapa hari untuk membalas surat bapak, ya meskipun menurut bapak surat ini
terlalu alay kali ya.
Bapak tidak
perlu menyesal karena tidak dapat menghadiri perkuliahan di kelas kami.
Meskipun bapak tidak dapat hadir kami tetap mendapatkan tugas, jadi ya
istilahnya perkuliahan tersebut tidak bemar-benar kosong. Saya sempat bingung
kok bapak naik pesawat tetapi berangkatnya dari stasiun poncol dan mendarat di stasiun senen pukul 20.00. Apa
sekarang sudah berganti ya, kalau kereta api sudah berubah nama menjadi
pesawat, pesawat berubah nama menjadi bus, bus berubah nama menjadi kapal laut,
dan kapal laut berubah nama menjadi kereta api? Ya entahlah ya, saya tidak
memperdulikan itu karena tidak ada untungnya buat saya. Yang terpenting bapak
sampai tujuan dengan selamat.
Kalau saya
berpikir, bapak sangat beruntung karena bapak dapat menghadiri musyawarah
sastrawan di Badan Bahasa Jakarta. Itu terdengar sangat keren sekali, saya pun
mempunyai keinginan untuk dapat menghadiri acara tersebut. Tapi saya bingung bagaimana caranya saya
dapat menghadiri acara tersebut. Saya berharap bapak dapat membantu saya supaya
kelak saya dapat menghadiri acara tersebut.
Sebenarnya
saya ini tidak begitu malas membaca. Setidaknya saya suka membaca novel.
Meskipun untuk membaca koran, majalah, atau buku materi untuk perkuliahan saya
memang jarang membacanya. Entah mengapa saya lebih menyukai membaca novel dari
pada membaca koran, buku materi, majalah, atau sejenisnya. Dalam perkuliahan
ini saya sudah membeli beberapa novel, diantaranya: dilan 1, dilan 2, 5 cm,
ronggeng dukuh paruk, saman, dan masih ada beberapa novel yang kalau saya
sebutkan akan menyita waktu saya. Meskipun ada beberapa novel yang belum saya
baca, yang terpenting saya bisa membeli novel itu terlebih dahulu. Bukan maksud
saya malas berterus-terang untuk bicara, jika saya malas berterus-terang untuk
bicara lantas yang selama ini saya perbincangkan kepada keluarga, teman-teman,
dan lain-lain apakah itu masih dianggap malas bicara? Itu kan sama saja kalau
berbincang-bincang termasuk juga berbicara. Mungkin yang di maksud bapak adalah
malas berterus-terang untuk bicara dalam perkuliahan, kalau itu saya pernah
menjawab pertanyaan bapak waktu perkuliahan, dan Alhamdulillah saya mendapat
poin, kalau saya tidak menjawab pertanyaan bapak waktu perkuliahan berlangsung
mungkin saya belum mendapat jawaban yang tepat atau sudah kedahuluan dengan
teman saya.
Kalau menurut
saya tidak ada mahasiswa yang menginginkan utuk pasif di dalam kelas. Semua
pasti ingin aktif di dalam kelas. Tapi ya tidak tahu mingkin mereka yang pasif
belum mempunyai mental untuk memberanikan diri untuk berbicara. Semoga Allah
lekas memberikan keberanian kepada mereka.
Di dalam surat
ini bapak sudah berapa kali menulis kata maaf ya? Saya rasa kok setiap paragraf
bapak menuliskan kata maaf. Apakah ketika bapak dalam membuat surat tersebut
bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri? Entahlah itu semua yamg tahu hanya
bapak. Bapak tidak perlu minta maaf ketika bapak menyuruh kami membaca buku,
asalkan buku tersebut sudah kami miliki. Sebenarnya kami tidak keberatan untuk
disuruh membeli buku, asalkan pada saat itu kami masih memiliki uang, pasti
kami akan membeli buku tersebut. Apalagi kalau disuruh membeli novel pasti saya
langsung beli novel itu ya tapi dengan satu syarat jika uang saya masih cukup
untuk membeli novel tersebut.
Bapak Naka,
dosen yang saya hormati, kalau hidup ini terlalu santai apakah semua akan
baik-baik saja? Saya tau bapak itu tipe orang yang santai, tapi tidak semua orang
bisa seperti bapak. Tolong ajarkan kepada kami bagaimana menjalani hidup yang
santai tapi bisa sukses, bisa mendapatkan uang, sekali lagi ajarkan kepada kami
pak. Bapak tolong jawab dengan jujur, apakah surat ini bersifat personal? Bapak
menulis kalau surat ini bersifat personal, akan tetapi semua mahasiswa bapak
mendapat surat ini. Entahlah pak, saya bingung dengan semua ini.
Bapak bertanya
kenapa saya bertahan hidup? Ya karena saya memang harus hidup, dan masih hidup,
kalau saya meninggal itu namanya saya sudah tidak bertahan hidup pak. Kalau
saya sudah tidak dapat bertahan hidup dan mengakhiri hidup saya dengan
mendahului kehendak Allah nanti saya berdosa dong pak. Ya semua itu menunggu
waktunya. Lalu bapak bertanya lagi, apa motivasi saya harus kuliah? Karena saya
ingin membahagiakan orang tua saya, ingin menjadi orang yang berpendidikan, ya
tentunya banyak motivasi saya harus kuliah, itu semua tidak dapat dijelaskan
satu-persaatu.
Dosenku yang
insyaallah sedang berbahagia. Bimbinglah kami selalu. Kami hanya mahasiswa yang
membutuhkan bibinganmu. Pak Naka, saya rasa balasan surat ini sudah cukup. Saya
lelah harus merangkai kata-kata sebanyak ini. Jika saya lanjutkan bisa-bisa
berat badan saya turun 10kg. Sekali lagi bimbing kami selalu ya pak. Saya rasa
cukup untuk balasan surat ini. Sekian dan sampai jumpa di pertemuan waktu
perkuliahan ya pa. Selamat siang. Salam (PMM).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar