Selasa, 20 Desember 2016

Balasan Surat



Nama: Prananing Meisya M.
NPM: 15410226
Kelas: 3E/ PBSI
Balasan Surat Untuk Bapak Setia Naka A.
Selamat malam Pak Naka dosen mata kuliah Penulisan Media Massa kelas 3E PBSI yang saya hormati.
Untuk mengenai kabar saya, Alhamdulillah kabar baik untuk hari-hari saya yang sudah lewat sampai hari-hari ini pun kabar saya masih baik. Suka-duka, canda-tawa, tangis-ceria, dan apalah semacam itu saya lalui dengan hati yang ikhlas, ya InsyaAllah saya lalui dengan hati yang ikhlas bersama keluarga dan teman-teman saya.
Ketika salah satu teman saya memberitahukan bahwa bapak tidak dapat hadir dan tetap masuk kuliah untuk mengambil tugas serta presensi saya merasa biasa-biasa saja. Saya pikir tugas yang diberikan kepada kami yaitu seperti tugas-tugas biasanya, ya semacam esai gitu. Tetapi ketika tugas tersebut saya terima ternyata itu adalah surat dari bapak. Saya sempat bingung karena tidak sesuai dengan dugaan. Ketika surat tersebut sudah saya terima, saya bertanya-tanya apa ya isi surat ini? Pada saat itu pula teman saya berkata “surat balasan untuk pak Naka dikumpulkan besok” saya terkejut mendengar perkataan teman saya itu. Saya berpikir kok ya cepat sekali balasan surat ini dikumpulkan, saya kan juga butuh inspirasi untuk membalas surat dari bapak. Kalau deadlinenya terlalu cepat lalu saya tidak tahu apa yang harus saya balas. Untung saja komting kelas saya memberitahu bahwa balasan surat dari bapak dikumpulkan saat ada kuliah dengan Bapak. Saya merasa lega karena saya mendapatkan waktu beberapa hari untuk membalas surat bapak, ya meskipun menurut bapak surat ini terlalu alay kali ya.
Bapak tidak perlu menyesal karena tidak dapat menghadiri perkuliahan di kelas kami. Meskipun bapak tidak dapat hadir kami tetap mendapatkan tugas, jadi ya istilahnya perkuliahan tersebut tidak bemar-benar kosong. Saya sempat bingung kok bapak naik pesawat tetapi berangkatnya dari stasiun poncol dan  mendarat di stasiun senen pukul 20.00. Apa sekarang sudah berganti ya, kalau kereta api sudah berubah nama menjadi pesawat, pesawat berubah nama menjadi bus, bus berubah nama menjadi kapal laut, dan kapal laut berubah nama menjadi kereta api? Ya entahlah ya, saya tidak memperdulikan itu karena tidak ada untungnya buat saya. Yang terpenting bapak sampai tujuan dengan selamat.
Kalau saya berpikir, bapak sangat beruntung karena bapak dapat menghadiri musyawarah sastrawan di Badan Bahasa Jakarta. Itu terdengar sangat keren sekali, saya pun mempunyai keinginan untuk dapat menghadiri acara tersebut.  Tapi saya bingung bagaimana caranya saya dapat menghadiri acara tersebut. Saya berharap bapak dapat membantu saya supaya kelak saya dapat menghadiri acara tersebut.
Sebenarnya saya ini tidak begitu malas membaca. Setidaknya saya suka membaca novel. Meskipun untuk membaca koran, majalah, atau buku materi untuk perkuliahan saya memang jarang membacanya. Entah mengapa saya lebih menyukai membaca novel dari pada membaca koran, buku materi, majalah, atau sejenisnya. Dalam perkuliahan ini saya sudah membeli beberapa novel, diantaranya: dilan 1, dilan 2, 5 cm, ronggeng dukuh paruk, saman, dan masih ada beberapa novel yang kalau saya sebutkan akan menyita waktu saya. Meskipun ada beberapa novel yang belum saya baca, yang terpenting saya bisa membeli novel itu terlebih dahulu. Bukan maksud saya malas berterus-terang untuk bicara, jika saya malas berterus-terang untuk bicara lantas yang selama ini saya perbincangkan kepada keluarga, teman-teman, dan lain-lain apakah itu masih dianggap malas bicara? Itu kan sama saja kalau berbincang-bincang termasuk juga berbicara. Mungkin yang di maksud bapak adalah malas berterus-terang untuk bicara dalam perkuliahan, kalau itu saya pernah menjawab pertanyaan bapak waktu perkuliahan, dan Alhamdulillah saya mendapat poin, kalau saya tidak menjawab pertanyaan bapak waktu perkuliahan berlangsung mungkin saya belum mendapat jawaban yang tepat atau sudah kedahuluan dengan teman saya.
Kalau menurut saya tidak ada mahasiswa yang menginginkan utuk pasif di dalam kelas. Semua pasti ingin aktif di dalam kelas. Tapi ya tidak tahu mingkin mereka yang pasif belum mempunyai mental untuk memberanikan diri untuk berbicara. Semoga Allah lekas memberikan keberanian kepada mereka.
Di dalam surat ini bapak sudah berapa kali menulis kata maaf ya? Saya rasa kok setiap paragraf bapak menuliskan kata maaf. Apakah ketika bapak dalam membuat surat tersebut bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri? Entahlah itu semua yamg tahu hanya bapak. Bapak tidak perlu minta maaf ketika bapak menyuruh kami membaca buku, asalkan buku tersebut sudah kami miliki. Sebenarnya kami tidak keberatan untuk disuruh membeli buku, asalkan pada saat itu kami masih memiliki uang, pasti kami akan membeli buku tersebut. Apalagi kalau disuruh membeli novel pasti saya langsung beli novel itu ya tapi dengan satu syarat jika uang saya masih cukup untuk membeli novel tersebut.
Bapak Naka, dosen yang saya hormati, kalau hidup ini terlalu santai apakah semua akan baik-baik saja? Saya tau bapak itu tipe orang yang santai, tapi tidak semua orang bisa seperti bapak. Tolong ajarkan kepada kami bagaimana menjalani hidup yang santai tapi bisa sukses, bisa mendapatkan uang, sekali lagi ajarkan kepada kami pak. Bapak tolong jawab dengan jujur, apakah surat ini bersifat personal? Bapak menulis kalau surat ini bersifat personal, akan tetapi semua mahasiswa bapak mendapat surat ini. Entahlah pak, saya bingung dengan semua ini.
Bapak bertanya kenapa saya bertahan hidup? Ya karena saya memang harus hidup, dan masih hidup, kalau saya meninggal itu namanya saya sudah tidak bertahan hidup pak. Kalau saya sudah tidak dapat bertahan hidup dan mengakhiri hidup saya dengan mendahului kehendak Allah nanti saya berdosa dong pak. Ya semua itu menunggu waktunya. Lalu bapak bertanya lagi, apa motivasi saya harus kuliah? Karena saya ingin membahagiakan orang tua saya, ingin menjadi orang yang berpendidikan, ya tentunya banyak motivasi saya harus kuliah, itu semua tidak dapat dijelaskan satu-persaatu.
Dosenku yang insyaallah sedang berbahagia. Bimbinglah kami selalu. Kami hanya mahasiswa yang membutuhkan bibinganmu. Pak Naka, saya rasa balasan surat ini sudah cukup. Saya lelah harus merangkai kata-kata sebanyak ini. Jika saya lanjutkan bisa-bisa berat badan saya turun 10kg. Sekali lagi bimbing kami selalu ya pak. Saya rasa cukup untuk balasan surat ini. Sekian dan sampai jumpa di pertemuan waktu perkuliahan ya pa. Selamat siang. Salam (PMM).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar