Nama:
Prananing Meisya M.
NPM:
15410226
Kelas:
3E/ PBSI
Bedah
Buku Karya Triyanto Triwikomo
Oleh
Prananing Meisya Mayadah
Launching
Gebyar Bulan Bahasa baru saja diselenggarakan di Balairung Universitas PGRI
Semarang pada hari Rabu, 19 Oktober 2016. Setiap satu tahun sekali, khususnya pada bulan Oktober
Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni selalu memperingati bulan bahasa dengan
berbagai macam acara. Acara tersebut melibatkan dosen FPBS dan Mahasiswa FPBS.
Tetapi untuk tahun ini peringatan bulan bahasa tidak hanya melibatkan keluarga FPBS melainkan melainkan juga
melibatkan seluruh mahasiswa UPGRIS.
Sebelum
menuju puncak acara bulan bahasa, terdapat berbagai macam serangkaian acara.
Serangkaian acara tersebut yaitu lomba antar siswa se Jawa Tengah, lomba antar
mahasiswa se Jawa Tengah, seminar nasional, dan acara puncak bulan bahasa.
Lomba antar siswa se Jateng terdiri dari lomba pidato, dan lomba festival lagu
nusantara yang diselenggarakan pada hari Selasa, 25 Oktober 2016. Lomba antar
mahaiswa se Jateng terdiri dari lomba pidato yang diselenggarakan pada hari Kamis, 20 Oktober 2016, dan lomba stand
up comedy yang diselenggarakan pada hari Selasa, 18 Oktober 2016, pada saat
yang bersamaan dengan lomba stand up
comedy di tempat yang berbeda juga diselenggarakan seminar nasional.
Sedangkan puncak bulan bahasa diselenggarakan pada hari Kamis, 27 Oktober 2016
tepat sehari sebelum sumpah pemuda.
Meninggalkan
serangkaian acara bulan bahasa yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI
Semarang, tepat pada tanggal 19 Oktober bertempat di balairung UPGRIS sedang
berlangsung Launching Gebyar Bulan
Bahasa. Dalam acara tersebut akan membedah buku karya Triyono Triwikomo. Acara
tersebut menyita perhatian mahasiswa maupun dosen UPGRIS.
Rangkaian
acara tersebut yaitu pembukaan yang dipandu oleh Ibu Dyah. Selanjutnya
penampilan-penampilan dari mahasiswa maupun dosen UPGRIS. Dalam acara tersebut
turut hadir Rektor Universitas PGRI Semarang beserta jajarannya, dan tak lupa
turut hadir pula pengarang buku yang akan dibedah yaitu Triyono Triwikomo.
Gemuruh
tepuk tangan penonton terdengar ketika Triyono Triwikomo menyapa tamu yang
hadir dan mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut. Tidak kalah meriah pula
gemuruh tepuk tangan dan teriakan para tamu undangan dan mahasiswa yang hadir
dalam acara tersebut ketika Rektor Universitas PGRI Semarang Dr. Muhdi, S.H.,
M.Hum. menyapa mereka semua. Tampaknya mereka bangga akan kedua lelaki yang
baru saja menyapa para hadirin.
Acara
Launching Bulan Bahasa diberi judul,
“Bedah Buku Karya Triyono Triwikomo. 3 Buku, 3 Pembaca, 3 Kritikus, dan 1Pengarang.” Ketiga buku yang akan di bedah
karya Triyono Triwikomo yaitu buku yang berjudul, Bersepeda ke Neraka, Selir
Musim Panas, dan Sesaat Pikir Para Binatang.
Dalam acara tersebut juga terdapat pembacaan puisi.
Pembacaan puisi yang pertama dibacakan oleh Rektor Universitas PGRI Semarang
Dr. Muhdi, S.H., M.Hum. Beliau tidak hanya membaca puisi. Beliau juga bernyani
dan bermain gitar sehingga membuat para hadirin tambah kagum dengan Rektor
UPGRIS ini. Pembacaan puisi yang kedua yaitu dibacakan oleh wakil Rektor satu
yaitu Dra. Sri Suciati, M.Hum. Beliau tidak mau kalah dengan Rektor UPGRIS.
Maka dari itu beliau tidak hanya membaca puisi melainkan beliau juga bernyanyi
lagu daerah dengan menggandeng salah satu mahasiswa UPGRIS Prodi Pendidikan
Bahasa Inggris untuk menemaninya bernyanyi di atas panggung. Suara beliau tidak
kalah bagus dengan Rektor UPGRIS sehingga beliau juga mendapat tepukan yang
meriah dari para hadirin.
Selain
pembacaan puisi, juga terdapat musikalisasi dari grup yang diberi nama
biscuittime. Biscuittime baru saja merilis album pada hari Jumat, 21 Oktober
2016. Anggota dari biscuittime terdiri dari tiga orang alumni UPGRIS dan alumni
UKM Kias di UPGRIS. Pembawaan musikalisasi oleh biscuittime dapat terbilang
bagus sehingga menyita perhatian para hadirin. Sampai berkali-kali biscuittime
naik-turun panggung untuk memenuhi keinginan hadirin untuk membawakan
musikalisasi puisi.
Selain
itu terdapat pula orasi. Ada tiga pembicara yang menyampaikan orasi tersebut.
Ketiga acara tersebut yaitu Dr. Nur
Hidayat, Drs. S. Prasetyo Utomo, M.Pd., dan Widyanuri Eko, S.Pd. setiap
pembicara menyampaikan orasinya masing-masing.
Dalam
bedah buku tersebut seorang dosen yang begitu hebat yaitu Dr. Harjito, M.Hum,
dipercaya untuk membawakan acara bedah buku tersebut. Dalam membawakan acara
beliau sudah cukup bagus akan tetapi beliau terlihat frontal dalam menyampaikan
menit terakhir kepada pembicara. Hal tersebut terdengar agak mengganggu.
Alangkah lebih baik jika menit terakhir pembicara dilakukan dengan hanya
memberi kode kepada pembicara.
Sebenarnya
acara tersebut terlihat cukup menarik. Akan tetapi pada saat pembicara
menyampaikan orasi terlihat monoton, karena tidak ada interaksi antara
pembicara dengan hadirin. Pada saat itu para hadirin nampak bosan, ngantuk,
bahkan berbicara dengan teman disampingnya. Jika ada interaksi antara pembicara
dan hadirin maka hal tersebut tidak akan terjadi.
Penutupan
acara tersebut Triyono Triwikomo diminta naik panggung untuk menyampaikan sesuatu kepada hadirin. Setelah beliau
menyampaikan sesuatu kepada para hadirin, dilanjutkan dengan foto bersama
dengan Rektor Universitas PGRI Semarang, pembawa acara, tiga orang yang
membawakan orasi, dan segenap dosen
panitia bulan bahasa.