Rabu, 30 November 2016

Contoh Esai



Nama: Prananing Meisya M.
NPM: 15410226
Kelas: 3E/ PBSI
Bedah Buku Karya Triyanto Triwikomo
Oleh Prananing Meisya Mayadah
Launching Gebyar Bulan Bahasa baru saja diselenggarakan di Balairung Universitas PGRI Semarang pada hari Rabu, 19 Oktober 2016. Setiap satu  tahun sekali, khususnya pada bulan Oktober Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni selalu memperingati bulan bahasa dengan berbagai macam acara. Acara tersebut melibatkan dosen FPBS dan Mahasiswa FPBS. Tetapi untuk tahun ini peringatan bulan bahasa tidak hanya melibatkan  keluarga FPBS melainkan melainkan juga melibatkan seluruh mahasiswa UPGRIS.
Sebelum menuju puncak acara bulan bahasa, terdapat berbagai macam serangkaian acara. Serangkaian acara tersebut yaitu lomba antar siswa se Jawa Tengah, lomba antar mahasiswa se Jawa Tengah, seminar nasional, dan acara puncak bulan bahasa. Lomba antar siswa se Jateng terdiri dari lomba pidato, dan lomba festival lagu nusantara yang diselenggarakan pada hari Selasa, 25 Oktober 2016. Lomba antar mahaiswa se Jateng terdiri dari lomba pidato yang diselenggarakan  pada hari Kamis, 20 Oktober 2016, dan lomba stand up comedy yang diselenggarakan pada hari Selasa, 18 Oktober 2016, pada saat yang bersamaan dengan lomba stand up comedy di tempat yang berbeda juga diselenggarakan seminar nasional. Sedangkan puncak bulan bahasa diselenggarakan pada hari Kamis, 27 Oktober 2016 tepat sehari sebelum sumpah pemuda.
Meninggalkan serangkaian acara bulan bahasa yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Semarang, tepat pada tanggal 19 Oktober bertempat di balairung UPGRIS sedang berlangsung Launching Gebyar Bulan Bahasa. Dalam acara tersebut akan membedah buku karya Triyono Triwikomo. Acara tersebut menyita perhatian mahasiswa maupun dosen UPGRIS.
Rangkaian acara tersebut yaitu pembukaan yang dipandu oleh Ibu Dyah. Selanjutnya penampilan-penampilan dari mahasiswa maupun dosen UPGRIS. Dalam acara tersebut turut hadir Rektor Universitas PGRI Semarang beserta jajarannya, dan tak lupa turut hadir pula pengarang buku yang akan dibedah yaitu Triyono Triwikomo.
Gemuruh tepuk tangan penonton terdengar ketika Triyono Triwikomo menyapa tamu yang hadir dan mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut. Tidak kalah meriah pula gemuruh tepuk tangan dan teriakan para tamu undangan dan mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut ketika Rektor Universitas PGRI Semarang Dr. Muhdi, S.H., M.Hum. menyapa mereka semua. Tampaknya mereka bangga akan kedua lelaki yang baru saja menyapa para hadirin.
Acara Launching Bulan Bahasa diberi judul, “Bedah Buku Karya Triyono Triwikomo. 3 Buku, 3 Pembaca, 3 Kritikus, dan  1Pengarang.” Ketiga buku yang akan di bedah karya Triyono Triwikomo yaitu buku yang berjudul, Bersepeda ke Neraka, Selir Musim Panas, dan Sesaat Pikir Para Binatang.
Dalam  acara tersebut juga terdapat pembacaan puisi. Pembacaan puisi yang pertama dibacakan oleh Rektor Universitas PGRI Semarang Dr. Muhdi, S.H., M.Hum. Beliau tidak hanya membaca puisi. Beliau juga bernyani dan bermain gitar sehingga membuat para hadirin tambah kagum dengan Rektor UPGRIS ini. Pembacaan puisi yang kedua yaitu dibacakan oleh wakil Rektor satu yaitu Dra. Sri Suciati, M.Hum. Beliau tidak mau kalah dengan Rektor UPGRIS. Maka dari itu beliau tidak hanya membaca puisi melainkan beliau juga bernyanyi lagu daerah dengan menggandeng salah satu mahasiswa UPGRIS Prodi Pendidikan Bahasa Inggris untuk menemaninya bernyanyi di atas panggung. Suara beliau tidak kalah bagus dengan Rektor UPGRIS sehingga beliau juga mendapat tepukan yang meriah dari para hadirin.
Selain pembacaan puisi, juga terdapat musikalisasi dari grup yang diberi nama biscuittime. Biscuittime baru saja merilis album pada hari Jumat, 21 Oktober 2016. Anggota dari biscuittime terdiri dari tiga orang alumni UPGRIS dan alumni UKM Kias di UPGRIS. Pembawaan musikalisasi oleh biscuittime dapat terbilang bagus sehingga menyita perhatian para hadirin. Sampai berkali-kali biscuittime naik-turun panggung untuk memenuhi keinginan hadirin untuk membawakan musikalisasi puisi.
Selain itu terdapat pula orasi. Ada tiga pembicara yang menyampaikan orasi tersebut. Ketiga acara tersebut yaitu Dr.  Nur Hidayat, Drs. S. Prasetyo Utomo, M.Pd., dan Widyanuri Eko, S.Pd. setiap pembicara menyampaikan orasinya masing-masing.
Dalam bedah buku tersebut seorang dosen yang begitu hebat yaitu Dr. Harjito, M.Hum, dipercaya untuk membawakan acara bedah buku tersebut. Dalam membawakan acara beliau sudah cukup bagus akan tetapi beliau terlihat frontal dalam menyampaikan menit terakhir kepada pembicara. Hal tersebut terdengar agak mengganggu. Alangkah lebih baik jika menit terakhir pembicara dilakukan dengan hanya memberi kode kepada pembicara.
Sebenarnya acara tersebut terlihat cukup menarik. Akan tetapi pada saat pembicara menyampaikan orasi terlihat monoton, karena tidak ada interaksi antara pembicara dengan hadirin. Pada saat itu para hadirin nampak bosan, ngantuk, bahkan berbicara dengan teman disampingnya. Jika ada interaksi antara pembicara dan hadirin maka hal tersebut tidak akan terjadi.
Penutupan acara tersebut Triyono Triwikomo diminta naik panggung untuk menyampaikan  sesuatu kepada hadirin. Setelah beliau menyampaikan sesuatu kepada para hadirin, dilanjutkan dengan foto bersama dengan Rektor Universitas PGRI Semarang, pembawa acara, tiga orang yang membawakan orasi,  dan segenap dosen panitia bulan bahasa.

Rabu, 14 September 2016

Contoh Laporan Wawancara.



BERBICARA KELOMPOK
TUGAS LAPORAN WAWANCARA KETUA HIMA
DALAM ACARA SEMINAR PELATIHAN JURNALISTIK DASAR

https://fbcdn-photos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xft1/v/t1.0-0/s526x395/11892218_702330253244821_1950205628915299579_n.png?oh=b4d64bfb0633aafd22801b32f142d424&oe=568A8D14&__gda__=1451900166_b8d233c0a9735c02cc155db64b6c0e2d

DISUSUN OLEH :

NAMA      : PRANANING MEISYA MAYADAH
NPM          : 15410226
PROGDI    : PBSI 2E

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS PGRI SEMARANG



“Citizen Journalism di Era Digital Sosial Media”
1.      Pembawa acara
a.       Andik Setiawan
b.      Dessy Aprilia
2.      Susunan acara
a.       Pembuka
b.      Menyanyikan lagu Indonesia Raya
c.       Pembacaan Doa
d.      Sambutan
e.       Inti acara
f.       Penutup
3.      Sambutan
1.      Ketua Hima PBSI
2.      Ketua Progdi PBSI
3.      Dekan FPBS
4.      Inti acara
a.       Materi 1
·         Moderator       : Dwi Puspita Indriana
·         Pemateri          : Saroni Asikin  (Suara Merdeka)
·         Judul               : Bukan Jurnalis Warga
·         Kesimpulan     : Koran pertamadengan model sepertisekarangmuncul di Nurnberg, Jerman 1457 berkat penemuan mesin cetak oleh Johan Gutenberg (1450). Begitu pula perkembangan jurnalistik, selalu muncul konsep dan teori-teori baru hingga sekarang ini kita mengenal jurnalisme warga.
b.      Materi 2
·         Moderator       : Chatrine Santi Brigante
·         Pemateri          : Achiar M. Permana (Tribun Jateng)
·         Judul               : Jurnalis Warga
·         Kesimpulan     : Ada dua cara wartawan memperoleh informasi yaitu dengan cara pengamatan dan wawancara. Syarat wawan cara yaitu kemahiran menggunakan indera sebagai alat kerja.
c.       Materi 3
·         Moderator       : Fania Kharima
·         Pemateri          : Agus Hermanto (Indosiar)
·         Judul               :JurnalisWarga
·         Kesimpulan     : Untuk belajar menjadi seorang wartawan hal-hal yang mengandung unsur 5W+1H kurang lebih sudah termasuk berita.




A.    Isi wawancara dengan ketua Hima (Untung Sulisno)
Saya : Assalamualaikum mas Untung ?
Mas Untung : Wa’alaikum salam.
Saya : Saya hendak bertanya mas.
Mas Untung : Oh iya, Silahkan.
Saya : Bagaimana cara menghubungi ketiga pembicara dalam acara pembicara ini mas ?
Mas Untung : Pertama koordinasi dengan pembina, setelah koordinasi dengan pembina kami mencari tahu ketiga pembicara tersebut lewat facebook maupun twitter pembicara tersebut, setelah kami mengetahui facebook maupun twitternya, kami meminta nomor telepon ketiga pembicara tersebut, setelah mendapat nomor teleponnya kita menghubungi beliau apakah bisa mengisi acara kami atau tidak.
Saya : Lalu untuk menghubungi pembicara yang dari indosiar itu bagaimana Mas ?
Mas Untung : Kami konsultasi kepada pembina dahulu, pembina kami mempunyai teman jurnalistik jadi kami meminta bantuan kepada beliau untuk membantu menghubungi dari pihak indosiar.
Saya : Lalu apakah kendala untuk menghubungi ketiga pembicara tersebut ?
Mas Untung : Kendalanya kami harus memahami pembicara tersebut, apakah beliau dapat meluangkan waktunya untuk mengisi acara kami atau tidak, namanya juga manusia pasti mempunyai kesibukan tersendiri.
Saya : Bagaimana cara mengkondisikan anggota HIMA supaya menjalankan tugasnya dengan baik, dan acara ini bisa terlaksanakan dengan lancar ?
Mas Untung : Setiap hari Selasa HIMA PBSI melaksanakn rapat rutin, jika hendak mengadakan acara rutin nanti masing-masing anggota HIMA dibagi tugas, ada yang manjadi ketua, sekretaris, bendahara, sie acara, sie korlap, sie konsumsi, dan lain-lain, setelah semua dibagi tugasnya nanti ada rapat persesi, setelah dirapatkan persesi nanti masing-masing koordinator memaparkan hasil rapatnya.
Saya : Bagaimana cara mengumpulkan dana untuk melaksanakan kegiatan ini ?
Mas Untung : Sebelum membuat kegiatan membuat proposal terlebih dahulu, setelah itu mendapat dana dari DPM dan LKM.
Saya : Baik, terima kasih mas atas informasinya.
Mas Untung : Iya, sama-sama.


B.     Tanggapan mengenai acara seminar “Citizen Journalism di Era Digital Sosial Media”
Pada saat acara pembukaan sudah cukup lancar, hanya pada saat sambutan ketua Hima, yaitu saudara Untung Sulisno terlihat grogi sehingga kata-kata yang dia ucapkan tidak terdengar dengan jelas dan kata-katanya terbolak-balik. Lalu pada saat acara inti moderator pertama (Dwi Puspita Indriana) dan moderator kedua (Chatrine Santi Birgante) kurang tegas dan terkesan monoton sehingga peserta seminar terlihat jenuh dan mengantuk.

Contoh Laporan Wawancara Sederhana.




BERBICARA KELOMPOK
TUGAS LAPORAN WAWANCARA KETUA HIMA
DALAM ACARA SEMINAR PELATIHAN JURNALISTIK DASAR

https://fbcdn-photos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xft1/v/t1.0-0/s526x395/11892218_702330253244821_1950205628915299579_n.png?oh=b4d64bfb0633aafd22801b32f142d424&oe=568A8D14&__gda__=1451900166_b8d233c0a9735c02cc155db64b6c0e2d

DISUSUN OLEH :

NAMA      : PRANANING MEISYA MAYADAH
NPM          : 15410226
PROGDI    : PBSI 2E

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS PGRI SEMARANG


“Citizen Journalism di Era Digital Sosial Media”
1.      Pembawa acara
a.       Andik Setiawan
b.      Dessy Aprilia
2.      Susunan acara
a.       Pembuka
b.      Menyanyikan lagu Indonesia Raya
c.       Pembacaan Doa
d.      Sambutan
e.       Inti acara
f.       Penutup
3.      Sambutan
1.      Ketua Hima PBSI
2.      Ketua Progdi PBSI
3.      Dekan FPBS
4.      Inti acara
a.       Materi 1
·         Moderator       : Dwi Puspita Indriana
·         Pemateri          : Saroni Asikin  (Suara Merdeka)
·         Judul               : Bukan Jurnalis Warga
·         Kesimpulan     : Koran pertamadengan model sepertisekarangmuncul di Nurnberg, Jerman 1457 berkat penemuan mesin cetak oleh Johan Gutenberg (1450). Begitu pula perkembangan jurnalistik, selalu muncul konsep dan teori-teori baru hingga sekarang ini kita mengenal jurnalisme warga.
b.      Materi 2
·         Moderator       : Chatrine Santi Brigante
·         Pemateri          : Achiar M. Permana (Tribun Jateng)
·         Judul               : Jurnalis Warga
·         Kesimpulan     : Ada dua cara wartawan memperoleh informasi yaitu dengan cara pengamatan dan wawancara. Syarat wawan cara yaitu kemahiran menggunakan indera sebagai alat kerja.
c.       Materi 3
·         Moderator       : Fania Kharima
·         Pemateri          : Agus Hermanto (Indosiar)
·         Judul               :JurnalisWarga
·         Kesimpulan     : Untuk belajar menjadi seorang wartawan hal-hal yang mengandung unsur 5W+1H kurang lebih sudah termasuk berita.




A.    Isi wawancara dengan ketua Hima (Untung Sulisno)
Saya : Assalamualaikum mas Untung ?
Mas Untung : Wa’alaikum salam.
Saya : Saya hendak bertanya mas.
Mas Untung : Oh iya, Silahkan.
Saya : Bagaimana cara menghubungi ketiga pembicara dalam acara pembicara ini mas ?
Mas Untung : Pertama koordinasi dengan pembina, setelah koordinasi dengan pembina kami mencari tahu ketiga pembicara tersebut lewat facebook maupun twitter pembicara tersebut, setelah kami mengetahui facebook maupun twitternya, kami meminta nomor telepon ketiga pembicara tersebut, setelah mendapat nomor teleponnya kita menghubungi beliau apakah bisa mengisi acara kami atau tidak.
Saya : Lalu untuk menghubungi pembicara yang dari indosiar itu bagaimana Mas ?
Mas Untung : Kami konsultasi kepada pembina dahulu, pembina kami mempunyai teman jurnalistik jadi kami meminta bantuan kepada beliau untuk membantu menghubungi dari pihak indosiar.
Saya : Lalu apakah kendala untuk menghubungi ketiga pembicara tersebut ?
Mas Untung : Kendalanya kami harus memahami pembicara tersebut, apakah beliau dapat meluangkan waktunya untuk mengisi acara kami atau tidak, namanya juga manusia pasti mempunyai kesibukan tersendiri.
Saya : Bagaimana cara mengkondisikan anggota HIMA supaya menjalankan tugasnya dengan baik, dan acara ini bisa terlaksanakan dengan lancar ?
Mas Untung : Setiap hari Selasa HIMA PBSI melaksanakn rapat rutin, jika hendak mengadakan acara rutin nanti masing-masing anggota HIMA dibagi tugas, ada yang manjadi ketua, sekretaris, bendahara, sie acara, sie korlap, sie konsumsi, dan lain-lain, setelah semua dibagi tugasnya nanti ada rapat persesi, setelah dirapatkan persesi nanti masing-masing koordinator memaparkan hasil rapatnya.
Saya : Bagaimana cara mengumpulkan dana untuk melaksanakan kegiatan ini ?
Mas Untung : Sebelum membuat kegiatan membuat proposal terlebih dahulu, setelah itu mendapat dana dari DPM dan LKM.
Saya : Baik, terima kasih mas atas informasinya.
Mas Untung : Iya, sama-sama.

B.     Tanggapan mengenai acara seminar “Citizen Journalism di Era Digital Sosial Media”
Pada saat acara pembukaan sudah cukup lancar, hanya pada saat sambutan ketua Hima, yaitu saudara Untung Sulisno terlihat grogi sehingga kata-kata yang dia ucapkan tidak terdengar dengan jelas dan kata-katanya terbolak-balik. Lalu pada saat acara inti moderator pertama (Dwi Puspita Indriana) dan moderator kedua (Chatrine Santi Birgante) kurang tegas dan terkesan monoton sehingga peserta seminar terlihat jenuh dan mengantuk.