BERBICARA
KELOMPOK
TUGAS
LAPORAN WAWANCARA KETUA HIMA
DALAM
ACARA SEMINAR PELATIHAN JURNALISTIK DASAR

DISUSUN
OLEH :
NAMA :
PRANANING MEISYA MAYADAH
NPM :
15410226
PROGDI :
PBSI 2E
PENDIDIKAN
BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS
PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS
PGRI SEMARANG
“Citizen Journalism di Era Digital Sosial Media”
1. Pembawa
acara
a. Andik
Setiawan
b. Dessy
Aprilia
2. Susunan
acara
a. Pembuka
b. Menyanyikan
lagu Indonesia Raya
d. Sambutan
e. Inti
acara
f. Penutup
3. Sambutan
1. Ketua
Hima PBSI
2. Ketua
Progdi PBSI
3. Dekan
FPBS
4. Inti
acara
a. Materi
1
·
Moderator : Dwi Puspita Indriana
·
Pemateri :
Saroni Asikin (Suara Merdeka)
·
Judul :
Bukan Jurnalis Warga
·
Kesimpulan : Koran
pertamadengan model sepertisekarangmuncul di Nurnberg, Jerman 1457 berkat
penemuan
mesin
cetak
oleh Johan Gutenberg (1450).
Begitu pula perkembangan jurnalistik, selalu muncul konsep dan teori-teori baru hingga sekarang ini kita mengenal jurnalisme warga.
b. Materi
2
·
Moderator : Chatrine Santi Brigante
·
Pemateri :
Achiar M. Permana (Tribun Jateng)
·
Judul :
Jurnalis Warga
·
Kesimpulan : Ada dua
cara
wartawan
memperoleh informasi yaitu dengan cara pengamatan dan wawancara. Syarat
wawan
cara
yaitu
kemahiran menggunakan indera sebagai alat kerja.
c. Materi
3
·
Moderator : Fania Kharima
·
Pemateri :
Agus Hermanto (Indosiar)
·
Judul :JurnalisWarga
·
Kesimpulan : Untuk belajar menjadi seorang wartawan hal-hal yang mengandung
unsur 5W+1H kurang lebih sudah termasuk berita.
A. Isi
wawancara dengan ketua Hima (Untung Sulisno)
Saya : Assalamualaikum mas Untung ?
Mas Untung : Wa’alaikum salam.
Saya : Saya hendak bertanya mas.
Mas Untung : Oh iya, Silahkan.
Saya : Bagaimana cara menghubungi ketiga pembicara
dalam acara pembicara ini mas ?
Mas Untung : Pertama koordinasi dengan pembina,
setelah koordinasi dengan pembina kami mencari tahu ketiga pembicara tersebut
lewat facebook maupun twitter pembicara tersebut, setelah kami mengetahui
facebook maupun twitternya, kami meminta nomor telepon ketiga pembicara
tersebut, setelah mendapat nomor teleponnya kita menghubungi beliau apakah bisa
mengisi acara kami atau tidak.
Saya : Lalu untuk menghubungi pembicara yang dari
indosiar itu bagaimana Mas ?
Mas Untung : Kami konsultasi kepada pembina dahulu,
pembina kami mempunyai teman jurnalistik jadi kami meminta bantuan kepada
beliau untuk membantu menghubungi dari pihak indosiar.
Saya : Lalu apakah kendala untuk menghubungi ketiga
pembicara tersebut ?
Mas Untung : Kendalanya kami harus memahami
pembicara tersebut, apakah beliau dapat meluangkan waktunya untuk mengisi acara
kami atau tidak, namanya juga manusia pasti mempunyai kesibukan tersendiri.
Saya : Bagaimana cara mengkondisikan anggota HIMA
supaya menjalankan tugasnya dengan baik, dan acara ini bisa terlaksanakan
dengan lancar ?
Mas Untung : Setiap hari Selasa HIMA PBSI
melaksanakn rapat rutin, jika hendak mengadakan acara rutin nanti masing-masing
anggota HIMA dibagi tugas, ada yang manjadi ketua, sekretaris, bendahara, sie
acara, sie korlap, sie konsumsi, dan lain-lain, setelah semua dibagi tugasnya
nanti ada rapat persesi, setelah dirapatkan persesi nanti masing-masing
koordinator memaparkan hasil rapatnya.
Saya : Bagaimana cara mengumpulkan dana untuk
melaksanakan kegiatan ini ?
Mas Untung : Sebelum membuat kegiatan membuat
proposal terlebih dahulu, setelah itu mendapat dana dari DPM dan LKM.
Saya : Baik, terima kasih mas atas informasinya.
Mas Untung : Iya, sama-sama.
Mas Untung : Iya, sama-sama.
B. Tanggapan
mengenai acara seminar “Citizen
Journalism di Era Digital Sosial Media”
Pada
saat acara pembukaan sudah cukup lancar, hanya pada saat sambutan ketua Hima,
yaitu saudara Untung Sulisno terlihat grogi sehingga kata-kata yang dia ucapkan
tidak terdengar dengan jelas dan kata-katanya terbolak-balik. Lalu pada saat
acara inti moderator pertama (Dwi Puspita Indriana) dan moderator kedua
(Chatrine Santi Birgante) kurang tegas dan terkesan monoton sehingga peserta seminar
terlihat jenuh dan mengantuk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar