Rabu, 14 September 2016

Contoh Laporan Wawancara Sederhana.




BERBICARA KELOMPOK
TUGAS LAPORAN WAWANCARA KETUA HIMA
DALAM ACARA SEMINAR PELATIHAN JURNALISTIK DASAR

https://fbcdn-photos-c-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xft1/v/t1.0-0/s526x395/11892218_702330253244821_1950205628915299579_n.png?oh=b4d64bfb0633aafd22801b32f142d424&oe=568A8D14&__gda__=1451900166_b8d233c0a9735c02cc155db64b6c0e2d

DISUSUN OLEH :

NAMA      : PRANANING MEISYA MAYADAH
NPM          : 15410226
PROGDI    : PBSI 2E

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS PGRI SEMARANG


“Citizen Journalism di Era Digital Sosial Media”
1.      Pembawa acara
a.       Andik Setiawan
b.      Dessy Aprilia
2.      Susunan acara
a.       Pembuka
b.      Menyanyikan lagu Indonesia Raya
c.       Pembacaan Doa
d.      Sambutan
e.       Inti acara
f.       Penutup
3.      Sambutan
1.      Ketua Hima PBSI
2.      Ketua Progdi PBSI
3.      Dekan FPBS
4.      Inti acara
a.       Materi 1
·         Moderator       : Dwi Puspita Indriana
·         Pemateri          : Saroni Asikin  (Suara Merdeka)
·         Judul               : Bukan Jurnalis Warga
·         Kesimpulan     : Koran pertamadengan model sepertisekarangmuncul di Nurnberg, Jerman 1457 berkat penemuan mesin cetak oleh Johan Gutenberg (1450). Begitu pula perkembangan jurnalistik, selalu muncul konsep dan teori-teori baru hingga sekarang ini kita mengenal jurnalisme warga.
b.      Materi 2
·         Moderator       : Chatrine Santi Brigante
·         Pemateri          : Achiar M. Permana (Tribun Jateng)
·         Judul               : Jurnalis Warga
·         Kesimpulan     : Ada dua cara wartawan memperoleh informasi yaitu dengan cara pengamatan dan wawancara. Syarat wawan cara yaitu kemahiran menggunakan indera sebagai alat kerja.
c.       Materi 3
·         Moderator       : Fania Kharima
·         Pemateri          : Agus Hermanto (Indosiar)
·         Judul               :JurnalisWarga
·         Kesimpulan     : Untuk belajar menjadi seorang wartawan hal-hal yang mengandung unsur 5W+1H kurang lebih sudah termasuk berita.




A.    Isi wawancara dengan ketua Hima (Untung Sulisno)
Saya : Assalamualaikum mas Untung ?
Mas Untung : Wa’alaikum salam.
Saya : Saya hendak bertanya mas.
Mas Untung : Oh iya, Silahkan.
Saya : Bagaimana cara menghubungi ketiga pembicara dalam acara pembicara ini mas ?
Mas Untung : Pertama koordinasi dengan pembina, setelah koordinasi dengan pembina kami mencari tahu ketiga pembicara tersebut lewat facebook maupun twitter pembicara tersebut, setelah kami mengetahui facebook maupun twitternya, kami meminta nomor telepon ketiga pembicara tersebut, setelah mendapat nomor teleponnya kita menghubungi beliau apakah bisa mengisi acara kami atau tidak.
Saya : Lalu untuk menghubungi pembicara yang dari indosiar itu bagaimana Mas ?
Mas Untung : Kami konsultasi kepada pembina dahulu, pembina kami mempunyai teman jurnalistik jadi kami meminta bantuan kepada beliau untuk membantu menghubungi dari pihak indosiar.
Saya : Lalu apakah kendala untuk menghubungi ketiga pembicara tersebut ?
Mas Untung : Kendalanya kami harus memahami pembicara tersebut, apakah beliau dapat meluangkan waktunya untuk mengisi acara kami atau tidak, namanya juga manusia pasti mempunyai kesibukan tersendiri.
Saya : Bagaimana cara mengkondisikan anggota HIMA supaya menjalankan tugasnya dengan baik, dan acara ini bisa terlaksanakan dengan lancar ?
Mas Untung : Setiap hari Selasa HIMA PBSI melaksanakn rapat rutin, jika hendak mengadakan acara rutin nanti masing-masing anggota HIMA dibagi tugas, ada yang manjadi ketua, sekretaris, bendahara, sie acara, sie korlap, sie konsumsi, dan lain-lain, setelah semua dibagi tugasnya nanti ada rapat persesi, setelah dirapatkan persesi nanti masing-masing koordinator memaparkan hasil rapatnya.
Saya : Bagaimana cara mengumpulkan dana untuk melaksanakan kegiatan ini ?
Mas Untung : Sebelum membuat kegiatan membuat proposal terlebih dahulu, setelah itu mendapat dana dari DPM dan LKM.
Saya : Baik, terima kasih mas atas informasinya.
Mas Untung : Iya, sama-sama.

B.     Tanggapan mengenai acara seminar “Citizen Journalism di Era Digital Sosial Media”
Pada saat acara pembukaan sudah cukup lancar, hanya pada saat sambutan ketua Hima, yaitu saudara Untung Sulisno terlihat grogi sehingga kata-kata yang dia ucapkan tidak terdengar dengan jelas dan kata-katanya terbolak-balik. Lalu pada saat acara inti moderator pertama (Dwi Puspita Indriana) dan moderator kedua (Chatrine Santi Birgante) kurang tegas dan terkesan monoton sehingga peserta seminar terlihat jenuh dan mengantuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar