Minggu, 30 September 2018

Untuk Ayah
Oleh Prananing Meisya Mayadah
15410226/ PBSI 7E

Judul buku : Surat Kecil untuk Ayah
Penulis : Boy Candra
Penerbit : PT. Bukune Kreatif Cipta
Cetakan         : Agustus 2017
Jumlah Halaman : viii + 188 halaman
ISBN : 978-602-220-170-0

        Ayah merupakan sosok yang sangat berarti dalam sebuah keluarga. Tak menutup kemungkinan sosok ayah ini yang menjadi kebanggaan bagi anak-anaknya. Karena perjuangan seorang ayah yang ingin membahagiakan keluarganya. Dalam buku yang berjudul Surat Kecil untuk Ayah karya Boy Candra ini berisi mengenai cerita beberapa sosok ayah yang menajadi kebanggaan keluarganya. Dalam buku tersebut juga diceritakan mengenai kisah-kisah seorang ayah yang mau berjuang baik dari segi kerja keras maupun kasih sayang untuk keluarganya.
        Ayah merupakan salah satu sosok yang menginspirasi bagi anak-anaknya selain sosok sang ibu. Sosok ayah juga menginspirasi Boy Candra untuk menulis buku ini yang berjudul Surat Kecil untuk Ayah. Dalam buku ini diceritakan bahwa sosok ayah yang bekerja keras tanpa lelah supaya dapat membahagiakan keluarganya. Ayah juga selalu bisa menuruti keingan anak-anaknya. Meskipun ayah tidak memiliki cukup dana untuk menuruti keinginan anak-anaknya tetapi dia selalu mempunyai cara untuk mewujudkan keinginan anaknya.
        Dalam buku ini terdapat inspirasi-inspirasi dari sosok ayah. Inspirasi-inspirasi tersebut berupa cara ayah memperlakukan anak-anaknya dengan kasih sayamg, ayah yang selalu bekerja keras untuk kebahagiaan anak-anak dan istrinya, ketegasan ayah supaya anak-anaknya menjadi sosok yang dapat membagakan orang tuanya, dan masih banyak lagi inspirasi-inspirasi dari sosok ayah dalam buku ini.
        Dalam buku ini penulis sudah mampu membawa pembaca larut dalam cerita yang ditulisnya. Tak sedikit pembaca yang terbawa suasana ketika membaca buku yang berjudul Surat Kecil untuk Ayah karya Boy Candra. Pembaca juga terinspirasi dari cerita tersebut. Boy Candra sangat mampu mengolah kata sehingga cerita yang ditulisnya dapat dipahami semua orang.
        Tak sedikit pembaca yang sadar akan  perjuangan seorang ayah melalui buku yang ditulis oleh Boy Candra. Maka dengan setelah membaca buku tersebut tak banyak pembaca yang mulai menghargai kerja keras seorang ayah. Boy Candra sudah mampu menyadarkan pembaca menganai seberapa sayangnya seorang ayah kepada keluarganya. Ayah yang tidak pernah mengucapkan kata lelah di depan anak-anak dan istrinya.

Minggu, 23 September 2018

Autobiografi

.Saya Prananing Meisya Mayadah

        Seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang. Maka dari itu sebelum mengetahui saya secara dalam saya akan berkenalan terlebih dahulu. Saya Prananing Meisya Mayadah kalau orang yang sudah mengenal saya lebih lama biasanya memanggil dengan nama Naning, akan tetapi jika orang yang bari kenal dengan saya biasanya memanggil saya dengan nama Meisya, lahir di Semarang, 28 Agustus 1997 yang sekarang genap berusia 21 tahun, anak pertama dari dua bersaudara. Ayah dan Ibu bekerja sebagai karyawan swasta di Semarang. 
        Berikut saya akan memaparkan mengenai jenjang pendidikan mulai dari TK hingga kuliah. Pada saat umur 4 tahun saya memulai pendidikan di jenjang TK Pertiwi 30, yang berada di desa Gunung Pati Semarang. Jarak sekolah TK Pertiwi 30 Semarang dengan rumah saya tidak terlalu jauh. Saya biasa di antar oleh ibu, tetapi keika ibu sudah bekerja yang sering menjemput saya waktu TK adalah nenek Saya.
        Setelah itu Saya melanjutkan pendidikan saya di SDN Sadeng 02 Gunung Pati Semarang, saya lulus dari SDN Sadeng 02 Gunung Pati Semarang pada tahun 2009. Saya waktu SD pernah mengikuti lomba gerak jaln se-kecamatan Gunung Pati. Selain itu saya juga ditunjuk untuk menjadi pengibar bendera pada saat upacara hari Senin maupun upacara hari-hari besar. Tentunya banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan saat saya masih menempuh pendidikan di sekolah dasar.
        Setelah saya lulus dari SD, saya lalu melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 22 Semarang, yang berada di kecamatan Gunung Pati Kota Semarang. Lulus dari SMP Negeri 22 Semarang tahun 2012. Kemudian dilanjutkan kejenjang selanjutnya yaitu di SMA Negeri 7 Semarang yang jarak tempuhnya dapat dijangkau dalam waktu 10-15 menit dari rumah. Selama saya sekolah di SMA Negeri 7 Semarang saya mengikuti tiga organisasi yaitu Organisasi Siswa Intra Sekolah atau yang sering disebut dengan nama OSIS, Ambalan Dwi Dahana (Pramuka), dan Paskibra, di dalam OSIS saya menjabat sebagai seksi bela negara yaitu yang menaungi atau mengawasi kegiatan pramuka di SMA Negeri 7 Semarang dan di dalam pramuka menjabat sebagai pradana putri (ketua pramuka putri), sedangkan di dalam paskibra saya hanya sebagai anggota, dan ketika saya kelas XI saya memutuskan untuk melepas salah satu organisasi yang saya jalani yaitu paskibra. Awalnya berat untuk keluar dari paskibra, karena saya memiliki salah satu cita-cita yaitu bisa mengikuti paskibra tingkat daerah atau nasional, akan tetapi hal tersebut sudah menjadi keputusan terberat yang harus saya lakukan. Saya juga pernah ditunjuk oleh pembina paskibra saya untuk mengikuti seleksi PPI akan tetapi saya tidak lolos karena tinggi badan saya yang masih belum sesuai dengan persyaratan. PPI adalah pasukan pengibar bendera yang ditugaskan di balaikota maupun di lapangan pancasila (Simpang Lima). Tentu saja semua itu pengalaman yang saya dapat ketika saya sedang menempuh pendidikan di SMA. Pengalaman tersebut tentu tidak pernah akan saya lupakan. Setelah menempuh pendidikan di SMA Negeri 7 Semarang selama tiga tahun saya lulus dari SMA Negeri 7 Semarang pada tahun 2015.
        Setelah lulus dari SMA sekitar satu bulan saya membantu mengajar di PAUD dan TK ABA 49 Semarang. Disamping itu saya mendaftar kuliah di Universitas PGRI Semarang dan Alhamdulillah saya diterima di Universitas PGRI Semarang, setelah dinyatakan diterima di UPGRIS saya memutuskan untuk fokus kuliah dan saya berhenti untuk mengajar PAUD ataupun TK. Saya melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi di Universitas PGRI Semarang prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni. Di UPGRIS saya mengikuti UKM Kopma. Di samping saya kuliah saya dipercaya untuk mengajar ngaji di desa Kalipancur, Alhamdulillah kegiatan itu tidak mengganggu kuliah saya. Target saya, saya harus lulus kuliah tepat waktu yaitu empat tahun atau kurang dari empat tahun, menjadi orang yang sangat sukses, bisa menaikkan haji Bapak, Ibu, dan Nenek saya, dan bisa umroh bareng sekeluarga. Amin.
Itu tadi sekilas biografi dari saya, semoga bisa menjadi inspirasi bagi kalian.