Selasa, 06 Juni 2017

Naskah Drama



Nama: Prananing Meisya M,
NPM: 15410226
Kelas: PBSI 4E
Tetangga Berhati Patung
Di sebuah perkampungan terdapat sebuah keluarga yang hidup dengan sederhana. Keluarga tersebut terdiri atas Samsudin sebagai kepala keluarga, dan Leni sebagai istri Samsudin. Pasangan yang sangat harmonis ini mempunyai satu orang anak yang bernama Misri.
Samsudin        : “Sebentar lagi istriku akan melahirkan, tapi apakah masih cukup tabunganku untuk membiayainya lahiran?” (Samsudin yang sedang duduk di teras rumah seraya memegang keningnya).
Lampu sorot sedikit demi sedikit mulai redup dan mulai gelap. Suasana rumah Samsudin berubah menjadi klinik kandungan.
Lampu sorot berwarna putih sedikit demi sedikit memancarkan sinarnya untuk menerangi ruang klinik kandungan.
Sore hari setelah Samsudin pulang kerja, dia mengantarkan Leni sang istri untuk periksa kandungan di klinik dokter kandungan.
Setelah Leni diperiksa kandungannya, kemudian Samsudin dan Leni duduk di kursi depan klinik tersebut. Mereka memperbincangkan mengenai hasil pemeriksanaan tadi.
Leni                 : “Bagaimana ini Pak? Aku terpaksa harus melahirkan secara sesar.”
Samsudin        : “Iya Bu, aku dari tadi juga memikirkan itu. Ibu tenang saja bapak akan usahakan mencari uang yang banyak untuk oprasi sesar besok.”
Cahaya lampu mulai meredup menandakan pergantian tempat. Sorot lampu putih sedikit demi sedikit memancarkan sinarnya.
Ketika sesampainya di rumah, Samsudin masih kepikiran mengenai kelahiran istrinya. Rupanya Samsudin teringat akan sesuatu, ya dia teringat kalau temannya yang bernama Yusuf belum membayar hutang kepadanya. Samsudin beritikad untuk menagih hutangnya besok pagi, dan akhirnya dia memutuskan untuk tidur.
Perpindahaan dari malam sampai pagi ditandai dengan meredupnya sorot lampu putih dan berganti dengan sorot lampu oranye, serta diikuti suara ayam berkokok.
Misri memutuskan untuk berangkat ke sekolah lebih awal karena dia mendapatkan jadwal piket hari ini.
Misri                : “Pak, Bu, Misri berangkat sekolah dulu ya.” (Misri berpamitan sambil   mencium tangan ke dua orang tuanya)
Leni                 : “Iya, hati-hati ya nak, jangan lupa berdoa.”
Sebelum berangkat kerja Samsudin pergi ke rumah Yusuf terlebih dahulu untuk menagih hutang.
Samsudin        : “Bu, aku mau ke rumah Yusuf dulu. Aku mau menagih hitang dia.”
Leni                 : “Iya Pak, hati-hati Pak.” (Leni mencium tangan suaminya)
Sorot lampu mulai meredup, perpaduan sorot lampu berwana kuning dan putih perlahan-lahan memancarkan sinarnya. Hal tersebut menandakan pergantian latar tempat, dari rumah Samsudin ke rumah Yusuf.
Sesampainya di rumah Yusuf, Samsudin mengetuk pintu rumah Yusuf.
Samsudin        : “(tok tok tok, bunyi suara ketukan pintu) Assalamualaikum Suf, ini aku Samsudin. Kamu di rumahkan?”
Yusuf              : “Waalaikumsalam eh Din, silahkan masuk. (wajah yusuf tampak tegang), ada apa ya Din, pagi-pagi kok sudah kesini?” (Dengan ucapan yang terbata-bata)
Samsudin        : “Kamu lupa Suf, kalau kamu masih punya hutang padaku? Aku kesini mau  menagih hutang.”
Yusuf              : “Aku tidak lupa kok Din, beri aku waktu satu bulan lagi ya Din.”
Samsudin        : “Aku beri waktu dua minggu dan lunasi hutangmu. Itu saja yang ingin aku bicarakan, permisi.” (Samsudin pergi dengan raut wajah yang kecewa)
Sementara itu Yusuf sangat kebingungan bagaimana cara melunasi hutangnya kepada Samsudin, dia berpikiran hendak melarikan diri dari kampungnya.
Yusuf              : “Apa lebih baik aku pergi saja ya? Ya aku harus pergi dari sini dan mencari pekerjaan di luar pulau jawa.” (sambil memasukkan bajunya ke dalam tas).
Sorot lampu meredup meninggalkan sosok Yusuf yang hendak melarikan diri, dan perlahan-lahan sorot lampu memancarkan sinarnya kembali, menyinari rumah Samsudin.
Satu minggu telah berlalu semenjak Yusuf pergi dari kampungnya. Samsudin yang baru sampai dari rumah mendapati anaknya sedang demam tinggi. Dia dan istrinya merasa panik karena anaknya mengalami demam tinggi.
Leni                 : “Bagaimana ini Pak? Kok demamnya semakin tinggi, panggil dokter sebelah Pak, buruan.”
Samsudin        : “Iya Bu, Bapak akan panggilkan dokter.”
Misri ternyata terkena sakit DBD dan harus dibawa ke rumah sakit untuk di opname. Samsudin kebingungan karena dia minim keuangan.
Lalu Samsudin memutuskan untuk pergi ke rumah Yusuf guna menagih hutang.
Sorot lampu kuning menandakan rumah Yusuf. Samsudin lalu mengetuk pintu rumah Yusuf namun nihil, tidak ada jawaban satupun dari dalam rumah. Tanpa menunggu lama dia menelfon Yusuf.
Samsudin        : “Halo Suf, kamu di mana? Rumahmu kok sepi?”
Yusuf              : “Aku tidak tinggal di ditu lagi Din.” (Yusuf langsung mematikan teleponnya).
Samsudin        : “Halo Suf! Halo! Sial dia kabur rupanya.” (Samsudin meneteskan air matanya, karena dia telah di tipu oleh tetangganya sendiri).
Samsudin kebingungan karena empat bulan lagi istrinya juga hendak melahirkan. Samsudin terpaksa menjual sebagian tanahnya untuk membiayai perawatan dan persalinan istrinya.
Demikianlah Yusuf yang tidak mau membayar hutang kepada Samsudin. Padahal Misri anaknya sedang opname karena DBD. Tidak hanya itu, Leni sedang mengandung lima bulan dan butuh biaya yang besar.

Pulau Dewata Bali



Pesona Pulau Dewata
Oleh Prananing Meisya Mayadah (15410226/ 4E)
Di Indonesia terkenal dengan beribu-ribu pulau. Setiap pulau memiliki ke indahan dan ciri khas tersendiri yang dapat memikat perhatian wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Salah satu pulau yang sangat menarik perhatian wisatawan lokal maupun wisatawan asing adalah Pulau Bali.
Pulau Bali termasuk pulau yang kecil, akan tetapi memiliki tempat-tempat wisata dan budaya yang cukup banyak dan menarik. Kebudayaan atau adat istiadat di Bali masih sangat kental. Dengan begitu dapat memberikan keamanan bagi masyarakat Bali.
Berbicara mengenai pulau Bali pasti tidak akan lupa mengenai tempat wisata di Bali. tempat wiasata di Bali antara lain, Pura Luhur Tanah Lot, Pantai Kuta, Pantai Pandawa, Pantai Jimbaran, wisata Uluwatu, Joger, Pasar seni Sukawati, wisata Tari Kecak dan Barong di Waribang.
Wisata Pura Luhur Tanah Lot merupakan tempat wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Pura tersebut berada di tepi laut.  Jika air laut sedang pasang maka wiasatawan tidak dapat menuju ke pura tersebut, sedangkan jika air sedang surut maka wisatawan diperbolehkan berkunjung ke pura. Di sekitar pura terdapat ular suci dan air suci.
Tentu kalau ke Bali wajib mengunjungi pantai Kuta. Pantai Kuta merupakan salah satu tempat wisata yang sangat terkenal dan favorit bagi wisatawan. Pesona keindahan pantai kuta dapat memanjakan wisatawan. Saat berada di pantai Kuta jangan heran ketika melihat turis sedang berjemur di pinngir pantai. Pemandangan hal seperti itu sudah terbiasa ketika kita berkunjung ke pantai Kuta. Di dekat pantai Kuta terdapat toko baju, sepatu, sandal, tas, dan aksesoris yang memiliki berjuta kata-kata, yaiu toko Joger Kuta.
Selain pantai Kuta, pantai Pandawa tidak kalah keren jika di bandingkan dengan pantai Kuta. Pemandangan di pantai Pandawa bisa dikatakan lebih menarik dari pantai kuta, warna air pantai yang biru dipadupadankan dengan pasir putih dapat menghipnotis setiap wisatawan yang berkunjung. Apalagi jika dilihat dari atas, begitu sempurna ciptaan Tuhan. Ketika mengabadikannya di kamera pantai pandawa akan tampak seperti lukisan yang sangat indah. Ya lukisan yang sangat indah dari Sang Pencipta.
Pantai Jimbaran tidak kalah menarik dengan pantai Kuta dan pantai Pandawa. Cocok sekali saat kita hendak diner dengan keluarga, teman, atau pacar. Gemerlap cahaya bintang, suara debur ombak, dan pantai yang sudah nampak gelap dengan pasir putihnya di tambah dengan masakan yang sangat enak, tentu akan mamanjakan lidah dan mata para pekunjung. Wisatawan juga dapat melihat pesawat yang naik mauapun turun ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, karena jarak pantai dan bandara yang cukup dekat. Ketiga pantai tersebut sangat menarik untuk dikunjungi.
Selain wisata pantai ada juga wisata belanja. Tidak afdol jika bepergian tidak membawakan oleh-oleh kepada orang di rumah. Tempat oleh-oleh ada Krisna, Dewata, Pasar Seni Sukowati, dan masih banyak lagi. Jika berbelanja di Krisna dan Dewata tidak dapat menawar, berbeda jika berbelanja di Pasar Seni Sukowati, di sana pembeli dapat menawar dan dapat berbelanja sepuasnya. Di Pasar Seni Sukowati menjajakan berbagai karya seni, baju, celana, kain, sandal, tas, aksesoris, dan lain sebagainya. Kualitas di sana tidak kalah bagus dengan di toko jika pembeli dapat memilih barang yang bagus dan bisa juga mendapatkan harga yang murah.
Selain wisata pantai dan belanja, ada juga wisata budaya yaitu tari kecak dan tari barong.. Masyarakat di Bali sangat menjunjung tinggi kebudayaan mereka. Hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang ingin berkunjung ke Bali.
Itu tadi mengenai pesona alam dan budaya di Bali. Alangkah indahnya pulau Bali dengan  pelestarian budaya dan menjaga keindahan alamnya. Hal ini dapat di contoh oleh daerah-daerah lain.